ilustrasi gambar dipinjam dari http://www.merdeka.com/peristiwa/polisi-patroli-tempat-geng-motor-ngumpul.html

Genk Motor Sang Pelantun Kidung Kematian

Ilustrasi gambar dipinjam dari :

http://www.merdeka.com/peristiwa/polisi-patroli-tempat-geng-motor-ngumpul.html

Minggu kemarin hampir semua stasiun TV ramai menayangkan amuk massal yang entah dilakukan oleh oknum genk motor atau gerombolan bermotor tanpa identitas. Yang pasti, dalam rangkaian peristiwa itu timbul korban jiwa 3 orang meninggal dunia. Konon pula peristiwa ini dilatar belakangi balas dendam akibat penganiayaan terhadap seseorang yang kebetulan merupakan anggota angkatan laut, hingga korban kehilangan nyawanya. Hari ini kembali terjadi bentrok yang diduga melibatkan antar genk motor di sekitar bundaran Tanah Abang. Dan masih banyak lagi kejadian lain yang membuat kita miris dan mengernyitkan dahi yang dilakukan oleh “oknum” genk motor.

Baca lebih lanjut

tujuan

Menjawab Pertanyaan ‘Nyleneh’ Seorang Anak

Belum lama berselang anak saya bertanya secara spontan, “apa guna atau tujuan beragama, mengapa mesti ada agama dan kenapa ada banyak agama ?” Aduh biyung, sungguh saya dibuat puyeng tujuh keliling oleh pertanyaan ini. Kok, anak sekarang pertanyaannya aneh-aneh sih ? Mungkin kami berdua sama bingungnya, yang satu bingung karena keingin-tahuan, yang satunya bingung mencari jawaban. Ada beberapa alasan kenapa saya kelimpungan untuk menjawab pertanyaan sederhana anak saya tersebut.

Baca lebih lanjut

Image38-001

Engkau Lelaki…Kelak Sendiri

“Duduk sini nak dekat sama bapak

Jangan kau ganggu ibumu

Turunlah lekas dari pangkuannya

Engkau lelaki…kelak sendiri”

Syair di atas adalah penggalan lirik lagu lawas bang Iwan Fals yang pernah populer beberapa tahun lalu. Saya tidak tahu suasana hati bang Iwan Fals ketika menciptakan lirik di atas, saya hanya tahu kurang lebih kata-kata seperti di atas itulah yang ingin saya sampaikan ketika melihat anak lelaki saya rewel dan merengek terus di pangkuan ibunya. Tapi bagaimana mengatakannya?

Baca lebih lanjut

hati

Bekerja Dengan Hati

Hakikat Pekerjaan

Jika sudah menemukan pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan kata hati, kita harus sepenuhnya berdedikasi dan mencintai pekerjaan tersebut. Pekerjaan seperti itu dapat menyediakan kesempatan untuk perkembangan spiritual dan diri pribadi, menjadi arena belajar berinteraksi dengan orang lain, memupuk rasa percaya diri dan harga diri, serta memperbaiki kondisi keuangan dan kesejahteraan. Apabila semua itu tidak tercapai, berarti kita sudah membuang banyak waktu dalam hidup ini.

Baca lebih lanjut

jenuh

Menyiasati Kejenuhan

Apakah anda sedang jenuh ? Siapa di antara kita yang tidak pernah mengalami kejenuhan ? Rutinitas  harian seseorang  terkadang bisa menghadirkan efek berupa  rasa bosan sampai ke tingkat jenuh. Badan malas bergerak dan otak jadi malas berpikir. Produktifitas pun menurun drastis. Apa boleh buat,  hari ini giliran saya mengalami kejenuhan itu, entah untuk yang keberapa kalinya sepanjang hidup saya. Hal seperti ini selalu berulang seolah menjadi siklus ritual yang wajib untuk diikuti, atau seperti siklus datang bulan kaum perempuan yang selalu hadir walau tak diundang. Meski telah banyak buku teori yang dibaca sebagai penangkal, masih tetap saja gagal untuk menghilangkan perasaan jenuh tersebut.

Baca lebih lanjut

writing

‘Menulis’…Tak Semudah Membalik Tangan

Pada awal sejarahnya menulis dilakukan dengan menggunakan gambar, contohnya seperti pahatan-pahatan pada dinding goa prasejarah, tulisan hieroglif pada zaman Mesir kuno dan sebagainya. Teknik menulis mengalami perkembangan dan peralihan dari gambar ke bentuk aksara dimulai pada masa bangsa Sumeria (Irak kuno) dengan menciptakan tanda-tanda pada tanah liat. Kode-kode atau tanda-tanda itu mewakili bunyi, berbeda dengan tulisan gambar yang mewakili kata-kata atau benda. Pada era kerajaan di nusantara, menulis dilakukan melalui daun lontar yang diukir dengan menggunakan pisau pangot.

Baca lebih lanjut