Emiten Delisting Berdampak Minimal ke Bursa-inilah.com

Headline

inilah.com

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Rabu, 11 Mei 2011 | 06:01 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Rencana beberapa emiten yang ingin melakukan penghapusan pencatatan saham (delisting) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berdampak minimal meski akan mengurangi volume transaksi dan fee income dari bursa.

“Dampaknya minimal walaupun biasanya negatif karena berkurangnya volume transaksi yang akan mengurangi fee income dari bursa,” ujar Head of Research PT Sinarmas Sekuritas Jeffry Tan, saat dihubungiINILAH.COM, Selasa (10/5).

Sementara pengamat pasar modal Gema Goeyardi menuturkan, selama emiten yang ingin go private belum memiliki kapitalisasi besar di bursa saham maka tidak akan terlalu mempengaruhi bursa saham. Selain itu, selama harga tender offer yang ditawarkan lebih tinggi dari harga rata-rata di bursa saham, hal itu tidak akan merugikan investor.

Sedangkan Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito mengatakan, emiten yang ingin delisting merupakan suatu hal yang wajar. Menurut Eddy, beberapa emiten delisting setelah diambil alih oleh pihak lain sehingga saham di publik semakin kecil. Hal itu membuat saham emiten tersebut tidak likuid. “Tidak ada kekhawatiran. Hal itu normal dilakukan di bursa global baik Amerika Serikat dan Hongkong,” kata Eddy.

Sebelumnya BEI menilai emiten yang ingin melakukan delisting dalam batas normal dan belum menjadi sentimen negatif yang dapat mempengaruhi perdagangan saham di BEI. Hal ini dikarenakan mayoritas emiten yang melakukan delisting adalah perusahaan kecil yang pergerakan sahamnya tidak likuid dan banyak mempengaruhi kapitalisasi pasar di BEI.

Selain itu, menurut Eddy, saham yang bergerak aktif sekitar 20% dan sisanya tidak aktif baik di bursa saham Indonesia dan bursa saham global. Meski begitu, BEI akan bekerjasama dengan advisor lokal untuk membagi informasi kepada emiten terkait kepemilikan saham yang masih kecil di publik.

Para emiten tersebut diharapkan dapat memperbesar kepemilikan sahamnya di publik. “Pembicaraan ini akan dilakukan pada bulan ini dan paling lambat bulan depan untuk sharing knowledge kepada emiten yang sahamnya kurang likuid agar lebih likuid,” tegas Eddy.

Seperti diketahui, ada beberapa emiten yang ingin melakukan delisting pada 2011. Emiten tersebut antara lain PT Alfa Retailindo (ALFA), PT Dynaplast (DYNA) dan PT Anta Express Tour& Travel Service (ANTA).

BEI pun meminta penjelasan kepada manajemen ANTA terkait rencana delisting ANTA. Hal ini dikarenakan ANTA belum memberikan alasan yang detil mengenai rencana itu. “Kita sedang meminta penjelasan kepada manajemen ANTA terkait rencana go private. Hingga saat ini kita belum mengetahui alasannya,” tutur Eddy.

Sedangkan PT Dynaplast ingin go private mengingat saham perseroan tidak likuid di pasar saham. Perseoran akan melangsungkan tender offer dengan harga penawaran Rp4.500 per lembar. Harga penawaran itu 20% lebih tinggi (premium) dari harga perdagangan tertinggi di pasar modal dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum pengumuman rencana go private pada 25 Maret 2011.

Terkait adanya suspensi perdagangan saham perseroan sejak November 2010, jangka waktu 90 hari terakhir adalah dari 24 Agustus 2010-22 November 2010 dengan harga rata-rata Rp 3.750 per lembar saham. Penawaran tender akan dilakukan PT Hambali Dina Mitra terhadap saham yang dimiliki para pemegang saham sebanyak 104.635.793 lembar (33,25%) saham dari seluruh modal disetor dan ditempatkan perseroan.

PT Alfa Retailindo juga berencana untuk go private. Saat ini, mayoritas pemegang saham ALFA dikendalikan oleh PT Carrafour Indonesia sebesar 99,89% dan sisanya 0,11% dimiliki publik. [mdr]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s