Surabaya Post, Ed. 22 Nov 10 (idx)

Jangan Sepelekan Biaya Transaksi

 

Surabaya Post, Ed. 22 Nov 10

Bisnis di pasar modal memiliki beragam keunikan. Salah satu keunikan yang banyak diketahui adalah potensi meraih keuntungan tanpa harus mengeluarkan modal. Lewat transaksi daily trading dan sistem netting, semua itu dapat dilakukan. Akan tetapi, hati-hati terhadap jenis transaksi ini, penuh perhitungan dan menuntut nyali tinggi. Sebab, pola transaksi ini termasuk kategori transaksi berisiko tinggi. 

 

Salah satu komponen yang harus diperhitungkan dengan matang dan terukur adalah besaran biaya transaksi atau fee transaksi. Investor terutama pendatang baru sebaiknya berhitung secara cermat sebelum bertransaksi. Yang harus dihitung dengan teliti adalah harga saham yang dibeli dan besaranfee-nya. Ini sangat menentukan keuntungan yang akan didapat oleh investor apabila ada kenaikan poin. Pada saham yang berharga tinggi di atas Rp20.000, investor tidak dapat menjual saham dengan kenaikan hanya satu atau dua poin. Jadi, soal besarnya biaya transaksi ini jangan disepelekan. 

 

Saat ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan sistem multi fraksi. Dengan sistem multi fraksi, maka saham dikelompokkan dalam lima kategori. Untuk saham yang harganya di bawah Rp200 berlaku fraksi Rp2. Untuk saham antara Rp200-Rp500 di bawah Rp500 berlaku fraksi Rp5. Sedangkan, untuk saham yang harganya antara Rp500-Rp2.000 fraksi yang berlaku adalah Rp10. Saham yang harganya ada di kisaran Rp2.000-Rp5.000 berlaku fraksi Rp25. Dan kelompok terakhir, saham yang harganya di atas Rp 5.000 dimana berlaku ketentuan fraksi Rp50.

 

Fraksi harga berarti setiap perubahan harga akan mengikuti besaran fraksi yang ditetapkan. Untuk saham yang harga di bawah Rp500, berarti perubahan harga akan terjadi sebesar Rp5 per poin. Jika saham di kelompok ini naik tiga poin, itu artinya saham tersebut naik Rp15. Begitu seterusnya.

Lantas apa kaitannya fraksi harga ini dengan fee transaksi dan pola trading investor. Tidak ada kaitan khusus dalam hal ini. Namun, fraksi harga ini perlu diketahui oleh investor, terutama investor yang suka bermain cepat atau harian. Tidak sedikit investor dengan modal terbatas, bermain cepat. Naik satu poin saja jual. Dulu, ketika fraksi harga hanya Rp25, istilahnya jiburJigo kabur. Investor beli Rp700, jual di Rp725, atau beli Rp1.000, jual di Rp1.025. 

Hingga saat ini tidak sedikit investor yang menerapkan strategi sepoin kabur. Tapi sekali lagi, jurus sepoin kabur ini harus dihitung secara cermat.  Sebab jika tidak, maka yang diperoleh bukan gain, melainkan rugi.  

Pola daily trading dengan kebiasaan investor sepoin kabur merupakan hal yang jamak di pasar modal. Tetapi harus diingat, bahwa kenaikan hanya sepoin belum menjamin investor menikmati untung. Untuk saham-saham yang harganya tinggi, tidak cukup naik sepoin. Ada yang naik satu poin untung, ada yang naik dua poin baru untung. Tapi ada juga yang butuh kenaikan tiga poin untuk untung. Itu semua tergantung harga saham dan besarnya fee transaksi yang diberlakukan oleh broker. (Tim BEI)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s