JK: Sila Kelima Pancasila Susah Dilaksanakan

Headline

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla – inilah.com

Oleh: Bayu Hermawan
Nasional – Rabu, 11 Mei 2011 | 14:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Pancasila bukan hanya untuk dibaca, tetapi yang terpenting untuk dihayati. Selain itu JK menyarankan untuk dilakukan pengkajian sila mana yang dianggap masih lemah dalam pelaksanaannya.

“Pancasila, itu kan tidak hanya bukan untuk dibaca, tetapi harus kita hayati dan dalami, itu cita-cita sejak dulu sebenarnya,” ujar Jusuf Kalla usai bertemu Ketua MPR Taufiq Keimas berserta rombongan MPR di kediamannya Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Rabu (11/5/2011).

Menurut JK dalam pertemuan dengan anggota MPR hari ini, membahas bagaimana agar bangsa Indonesia tetap teguh kepada Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945, serta Bhineka Tunggal Ika, sehingga meski generasi muda mendapatkan segala macam indoktrinasi, namun jiwa pemuda Indonesia bisa tetap melaksanakan dan mengamalkan Pancasila.

Mantan Wapres ini juga mengatakan dari hasil pertemuan dengan MPR RI, muncul beberapa kesepakatan yakni untuk mengkaji sila mana dalam Pancasila yang menjadi titik lemah dalam pelaksanaannya.

“Tapi tentu tadi kiat menyarankan untuk kita mengkaji apa titik lemah Pancasila itu dalam pelaksanaannya. Karena sesuatu kekuatan yang mempunyai katakanlah langkah-langkah selalu ditentukan, dan dinilai yang terlemah,” ucap JK.

Mantan Ketua Umum Golkar ini melihat sila yang paling lemah pelaksanaannya adalah dalam sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam hal penerapan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, masyarakat idak mempunyai masalah sama sekali. Begitupun dengan masalah kebangsaan.

“Titik lemahnya itu di keadilan. Jadi kalau kita perbaiki titik lemah ini saya kira orang akan memahami Pancasila secara utuh. Mulai kemiskinan, ketimpangan, ketidak adilan, sosial, hukumnya, itu semua kan untuk keadilan kan,” jelas JK

JK mengatakan keadilan yang dimaksud adalah mencangkup dalam keadilan hukum dan pemerataan pembangunan, hingga kemakmuran bagi rakyat Indonesia. “Kalau tidak makmur maka tidak bisa berbuat adil, bukan hanya itu di politik juga, ada orang makmur tapi saya tidak punya kesempatan politik yang sama, jadi bukan hanya ekonomi tapi politik sosial juga,” tambahnya.

Selain itu mantan Menko Kesra ini mengatakan perbaikan keadilan bukan hanya tugas pemerintah dan pemimpin saja, namun juga tugas semua pihak. “Ya tentu salah satunya pemimpin ya kita semua memperbaiki itu, Ada di sektor ekonomi, sektor sosial, dan politik, dan kesimpangan itu sendiri,” ucapnya. [mah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s