KSEI: Idealnya Satu Bank Pembayar di Bursa-Inilah.com

Headline

kabarbisnis.com

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Selasa, 22 Maret 2011 | 16:31 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menilai sistem pembayaran transaksi di pasar saham lebih baik lewat satu bank pembayar (payment bank).

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia Ananta Wiyogo mengatakan, bank pembayaran lebih baik satu karena lebih efisien. Hal ini juga melihat negara maju sistem pembayarannya lewat bank sentral.

Terkait wacana sistem pembayaran melalui bank sentral, Ananta mengatakan, keputusan sistem pembayaran tersebut berada di tangan Bank Indonesia (BI) dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Menurut Ananta, sistem pembayaran lewat bank sentral akan dilakukan ke depan. Tapi menunggu volume transaksi di bursa yang besar. “Nanti arahnya ke sana lewat bank sentral. Hal ini karena evolusi transaksi cepat. Volume besar maka lewat bank sentral,” ujar Ananta, Selasa (22/3).

Sebelumnya, KSEI harus menggandeng bank karena belum mengantongi izin sebagai bank. Sejak 2006 KSEI sudah jadi anggota real time gross and settlement (RTGS) BI.

Menurut Ananta, lewat sistem RGTS tersebut maka perputaran bank bisa dikontrol dan transfer dana pun langsung sampai sehingga tidak menunggu t+3.

Saat ini, KSEI telah mengundang bank-bank untuk seleksi bank pembayar. Pertengahan tahun ini diharapkan KSEI dapat memutuskan bank pembayar yang baru. Sebelumnya ada empat bank pembayar (payment bank) yaitu PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Bank Mandiri Tbk.

Ananta mengatakan, tujuh bank telah memasukkan proposal untuk mengikuti seleksi bank pembayar. Tujuh bank tersebut ada yang bank BUMN dan swasta. Dari tujuh bank tersebut, empat adalah bank pembayar lama dan sisanya tiga bank yang terdiri dari BUMN dan swasta. Dikabarkan ada 20 bank yang diundang untuk mengikuti seleksi bank pembayar.

Ananta mengatakan, saat ini bank tertarik menjadi bank pembayar karena tertarik melihat nilai transaksi besar di bursa dan pendapatan sebagai payment bank pun cukup besar. Seperti diketahui, rata-rata transaksi harian di bursa hingga Februari mencapai di atas Rp4,8 triliun. “Kita akan seleksi bank tersebut sesuai kriteria KSEI,” tutur Ananta. [hid]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s