investor speculator

Antara Investor dan Spekulator

Antara Investor dan Spekulator

Banyak dari kita yang masih kebingungan dengan dua istilah ini, bahkan para pelaku pasar professional sekalipun mungkin masih ada yang belum menyadari posisi mereka sebenarnya. Apakah perbedaan paling pokok antara investor dan spekulator? Kita bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan memperhatikan tindakan yang mereka pertunjukan ketika melakukan transaksi investasi di pasar modal atau bursa efek. Menurut Graham : “Tindakan investasi adalah tindakan yang melalui analisis menyeluruh, menjanjikan keamanan dana pokok dan memberikan return (keuntungan/pengembalian) memadai”. Sedangkan tindakan spekulasi berarti melakukan hal kebalikannya.

Mengapa kita harus bisa membedakan keduanya dengan jelas ? Karena dalam dunia investasi saham terdapat satu rumus pasti yang tidak bisa diabaikan oleh siapapun yang ingin bertransaksi saham, yaitu bahwa : “Harga saham di masa depan tidak bisa diprediksi.”  Investasi tanpa membekali diri dengan persiapan matang dan ilmu pengetahuan yang memadai berarti melakukan tindakan berjudi dan bunuh diri.

Dari definisi yang diberikan oleh Graham, ada 3 elemen penting yang harus diperhatikan, yaitu :

  1. Melakukan analisis menyeluruh tentang kokoh atau tidaknya fondasi bisnis suatu perusahaan publik sebelum kita memutuskan untuk membelinya.
  2. Persiapkan dan lakukan tindakan untuk melindungi diri kita dari kerugian besar.
  3. Memasang target return yang “lumayan”, bukan yang luar biasa.

Seorang investor mengkalkulasi berapa nilai suatu saham berdasarkan nilai bisnis perusahaan tersebut. Seorang spekulator tidak melakukan hal itu, hanya berjudi dan berharap ada pihak lain yang berani membayar lebih tinggi nantinya. Investor memperhitungkan “harga pasar menggunakan standar-standar nilai yang sudah ada”, sedangkan spekulator mendasarkan ”standar-standar nilai meraka pada harga pasar”. Melakukan spekulasi di pasar terasa menyenangkan ketika anda beruntung, namun terasa amat buruk ketika merugi.

Mencampur-adukkan spekulasi dengan investasi merupakan kesalahan fatal. Jangan terperdaya oleh pikiran kita yang mengatakan bahwa kita sedang  berinvestasi ketika sebenarnya sedang berspekulasi. Berspekulasi akan menjadi sangat mematikan ketika kita mulai melakukannya dengan serius. Buatlah garis batas yang tegas berapa jumlah yang berani kita pertaruhkan. Sekitar 10% dari total deposit kita adalah jumlah maksimal yang masih mungkin digunakan untuk tujuan spekulatif yang beresiko.

Jangan pernah biarkan bisikan-bisikan spekulatif merasuk ke dalam aktifitas investasi kita. Ingatlah selalu bahwa perjudian bisa menarik insting ketamakan yang merupakan bagian dari sifat dasar setiap orang.  Tindakan investasi kita harus selalu memperhitungkan laba jangka panjang di masa datang, bukan hanya keuntungan temporer yang bersifat sesaat.

Untuk memperbesar peluang memperoleh hasil masa depan yang tinggi dan berkesinambungan kita harus mengikuti kebijakan yang biasanya berlawanan dengan arus, yaitu :

  1. Memilih perusahaan yang secara keseluruhan bagus dan menjanjikan
  2. Kadang kala perusahaan seperti itu tidak popular di bursa

Uraian singkat ini tentu saja tidak bisa memerinci perbedaan investor dengan spekulator secara lengkap dan utuh, namun paling tidak ada sebagian dari perbedaan itu bisa terangkat ke permukaan. Yang terang, sudah pasti terlihat kasat mata, adanya perbedaan prinsipil antara berinvestasi saham dengan bermain saham. Semoga pembahasan sederhana ini ada sedikit kegunaan bagi siapa pun yang membacanya.

Barkatlangit.wordpress.com

Berbagi apa pun yang pernah dilihat, didengar, dirasa dan dialami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s