Indeks Saham Syariah Mulai Diluncurkan Hari Ini

Headline

IST

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Kamis, 12 Mei 2011 | 09:16 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah meluncurkan Fatwa Mekanisme Syariah Perdagangan Saham dan Indeks Saham Syariah Indonesia pada Kamis (12/5).

BEI meluncurkan Fatwa No 80 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek yang telah disahkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia pada 8 Maret 2011.

Dengan pengesahan fatwa tersebut maka penyelenggaraan perdagangan efek di BEI telah memiliki dasar atau hukum fikih yang kuat. Berarti pula mekanisme lelang berkelanjutan yang digunakan BEI dalam transaksi efek bersifat ekuitas di pasar reguler telah sesuai dengan prinsip syariah.

Selain itu, juga diselenggarakan acara peluncuran Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang dimaksudkan untuk menjadi acuan bagi investor untuk berinvestasi di saham khususnya saham syariah.

Dengan diluncurkannya indeks ini diharapkan dapat menjadi indikator utama yang dapat menggambarkan kinerja seluruh saham syariah yang tercatat di BEI. Indeks ini juga diharapkan dapat menghilangkan kesalahpahaman bahwa saham syariah hanya terdiri dari 30 saham yang masuk dalam Jakarta Islamix Index.

Komponen penghitungannya adalah semua saham yang masuk dalam daftar efek syariah yang dikeluarkan Bapepam-LK setiap 6 bulan. Hari dasar penghitungan ISSI yaitu Desember 2007 dengan nilai indeks 100. Saat ini, terdapat 214 saham syariah yang kapitalisasi pasarnya 43,6% dari total nilai kapitalisasi pasar BEI.

Dalam rangkaian acara ini juga dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama antara BEI dengan MUI terkait kerjasama pengembangan pasar modal syariah di Indonesia.

Acara ini juga dihadiri Ketua Bapepam-LK Nurhaida, Ketua Badan Pelaksana Harian Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia Kyai Ma’ruf Amin, dan dibuka oleh Direktur Utama BEI Ito Warsito.

Selain itu hadir Direktur Pengembangan BEI F.Widyasari Dewi dan Pakar Ekonomi Islam Adiwarman Karim, serta Financial Planner Prita Ghozie. “Dengan diluncurkannya Fatwa No 80 ini diharapkan masyarakat menjadi tidak ragu lagi untuk berinvestasi syariah di pasar modal yang pada akhirnya akan meningkatkan jumlah investor domestik di pasar modal Indonesia,” tutur Direktur Pengembangan BEI Widyasari Dewi, Kamis (12/5). [cms]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s