agresifdefensif

Menjadi investor agresif atau defensif?

Menjadi investor agresif atau defensif?

Tulisan kecil ini berharap dapat memandu siapa pun, terutama orang awam dalam mengadopsi dan mengeksekusi suatu kebijakan investasi. Fokus utama dalam tulisan ini adalah perlunya pengkajian terhadap prinsip-prinsip investasi dan perilaku investor. Sebagaimana diketahui sebagian kunci sukses investasi di bidang saham secara sederhana bisa dilukiskan dengan kata-kata, sebagai berikut : meminimalisir kemungkinan menderita kerugian, memaksimalkan peluang untuk memperoleh profit/keuntungan yang berkesinambungan, mengendalikan tingkah laku bersifat merusak diri yang menyebabkan kegagalan investasi.

Kesuksesan investasi saham ditentukan oleh seberapa piawai kita bisa menggabungkan kecerdasan intelektual (IQ) dengan kecerdasan emosional (EQ) yang kita miliki dan meramunya menjadi sebuah kekuatan karakter atau kepribadian yang pas dan mengena/tepat sasaran sebagai seorang investor. Kita dituntut untuk terampil mengkombinasikan kesabaran, disiplin, antusiasme untuk terus belajar, mengekang emosi dan berpikir untuk kebaikan diri. Berpikir positif diiringi sikap emosional yang baik akan membentuk diri kita menjadi seorang investor handal.

Hanya mengandalkan satu sisi kepintaran intelektual saja tidak menjamin kesuksesan investasi, bahkan seringkali orang yang kita anggap pintar secara intelektual ternyata banyak mengalami kegagalan. Sebaliknya teman yang kita pandang biasa-biasa saja kepintaran intelektualnya tapi punya kecerdasan emosional yang baik malah bisa lebih sukses. Hal ini bisa menjadi refleksi pembelajaran agar kita bisa membentuk satu paket aplikasi diri yang komprehensif untuk bisa sukses dalam investasi. Camkan pepatah ini baik-baik, “Musuh terbesar bagi seorang investor adalah dirinya sendiri”.

Setelah kita mengupgrade diri menjadi satu paket karakter investor handal, langkah berikutnya adalah melatih kejelian menangkap fenomena pergerakan pasar. Sejarah membuktikan pada pertengahan dekade 1990-an di bursa Wall Street, saham-saham internet yang masuk kategori high tech, secara antusias dan agresif diburu pelaku pasar sehingga secara cepat harganya melejit bak meteor di angkasa. Hanya segelintir orang seperti Warren Buffet dan Benjamin Graham yang tidak ikut tertarik untuk memburu saham-saham tersebut, akibatnya mereka menjadi bulan-bulanan cemoohan para pelaku pasar lain. Tapi apa yang terjadi kemudian pada tahun 2000-an saham-saham internet itu mengalami degradasi harga yang signifikan hingga mencapai satu titik paling ekstrem dalam sejarah bursa Amerika. Banyak perusahaan berlabel ”.com” mengalami kebangkrutan total dan mengakibatkan kerugian total pula bagi para pemegang sahamnya.

Para investor ramai-ramai meninggalkan bursa sehingga pasar menjadi bearish, indeks pasar menurun drastis dan harga-harga saham jatuh ke titik terendah. Sebaliknya, sosok-sosok investor seperti Warren Buffet dan Benjamin Graham malah secara antusias dan agresif memborong saham-saham bagus yang dijual sangat murah. Investor handal seperti mereka mengerti dengan jelas, bahwa “risiko saham bertambah bukannya berkurang, ketika harganya naik dan sebaliknya risiko saham berkurang bukannya bertambah ketika harganya jatuh”. Investor seperti mereka inilah yang mempunyai kejelian menangkap peluang dari kejatuhan pasar.

Investor pintar takut (defensif) pada pasar bullish karena membuat harga saham menjadi lebih mahal untuk dibeli dan menyambut antusias (agresif) pasar yang bearish karena membuat harga saham jatuh dan lebih murah untuk dibeli. Buat investor pintar kematian pasar bullish bukanlah berita buruk seperti yang diyakini orang banyak, malah merupakan saat yang lebih aman dan masuk akal untuk membangun kekayaan.

Jadi, dengan membaca ulasan di atas bagaimanakah kita harus memposisikan diri, apakah menjadi investor agresif atau  investor defensif? Jawabannya terpulang kepada anda. Catatan singkat saya ini hanya ingin berbagi sekilas bayangan atau gambaran dari pola historis pasar yang pernah terjadi di masa lalu dan siapa tahu siklus seperti ini bisa berulang di masa kini atau di masa akan datang. Saya hanya menganjurkan anda bersikap agresif jika anda mengetahui dengan jelas risiko yang dihadapi dan mampu menemukan momentum yang tepat untuk melakukannya sehingga anda terhindar dari kerugian yang mungkin akan diderita.

Barkatlangit.wordpress.com

Berbagi apa pun yang pernah dilihat, didengar, dirasa dan dialami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s