Jeffry Tan – Miliki Passion di Pasar Modal

Jeffry Tan

Head of Research PT Sinarmas Sekuritas

Headline

IST

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Selasa, 10 Mei 2011 | 02:38 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Bisnis keluarga di perdagangan valuta asing, membuat Head of Research PT Sinarmas Sekuritas Jeffry Tan memiliki “passion” di pasar modal.

Untuk mendalami bidang pasar modal, Ia pun menggeluti dunia pasar modal sejak kuliah di Amerika Serikat sekitar 1997. Berkat kerja keras dan restu dari Tuhan Yang Maha Esa, pria berkulit putih ini diterima di UC Berkeley, Walter A. Haas School of Business yang merupakan salah satu sekolah bisnis terkemuka.

“Saya mulai mengenal produk keuangan dan ikut aktif perdagangan saham di saham-saham Amerika Serikat pada saat kuliah,” kata Jeff, kepada INILAH.COM, beberapa waktu lalu. Setelah menamatkan kuliahnya, Jeff memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang didapatnya ketika kuliah.

Ia mendapat tawaran kerja sebagai assistant manager investasi di perusahaan aset management di San Francisco, Amerika Serikat. Atasan langsung Jeff pun bertanggung jawab atas portofolio campuran saham dan obligasi sebesar US$500 juta.

Setelah setahun bekerja di perusahaan aset managemen itu, Jeff diberi tanggung jawab lebih besar menjadiresearch asisstant pada 2000. “Saya mulai menulis riset dan menghadiri analyst meeting perusahaan publik yang tercatat di NYSE dan Nasdaq,” tambah Jeff.

Jeff pun mendapatkan pengalaman menarik selama bekerja sebagai research assistant. Jeff telah bertemu kalangan CEO perusahaan Amerika Serikat besar seperti perusahaan minyak 76 dan perusahaan lensa kontak Bausch & Lomb. Kala itu Jeff masih berusia 21 tahun.

Pada pertengahan 2009 Jeff pun kembali ke Indonesia. Jeff yakin dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan bagus ke depannya. Keyakinan itu juga membuat dirinya optimis dengan karir bagus di Indonesia.

Jeff yang memiliki “passion” di pasar modal membuat ia senang menggeluti pekerjaan di pasar modal. Menurut Jeff, bekerja 12 jam tidak menjadi masalah dan memiliki banyak suka daripada duka. “Lebih banyak sukanya daripada dukanya karena passion saya memang di pasar modal, suruh saya kerja 12 jam per hari juga tidak ada masalah,” ujar Jeff.

Bagi Jeff, salah satu hal menyedihkan bekerja di pasar modal ketika “kehilangan” salah seorang anggota tim yang jago di pasar modal. Ia telah “kehilangan” salah satu anggota tim andalannya yang dibajak perusahaan sekuritas Jepang.

Menurut Jeff, saat ini Indonesia masih kekurangan para analis yang andal dan pelaku pasar modal lainnya. Hal ini dikarenakan belum banyak universitas yang fokus ke program akademis berkaitan dengan pasar modal. Selain itu, pasar modal Indonesia masih tahap perkembangan. “‎Memang SDM di pasar modal kita ini yang berkualitas tinggi masih sedikit,” ujar Jeff.

Generasi muda pun diharapkan dapat melihat kesempatan yang besar di pasar modal. Jeff menilai, pasar modal Indonesia masih memiliki potensi besar, “Pasar modal kita akan mengalami pertumbuhan yg luar biasa satu dekade ke depan,” kata Jeff.

Jeff mengatakan, dengan sumber daya alam di Indonesia yang luar biasa besarnya terutama di sektor pertambangan yg akan terus mencari modal melalui pasar modal dan keuangan. Pria memiliki hobi berenang ini menyimpan obsesi yang belum tercapai.

Jeff ingin dapat membangun perusahaan investasi yang dapat membawa berkah ke para investornya. “Kalau Yang Di Atas berkenan dan saya bisa sukses secara finansial saya ingin berkontribusi secara material ke bangsa dan tanah kita ini,” tutur Jeff. [ast]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s