Trading Saham Bukan Gambling

Rudy
Trading Saham Bukan Gambling
Headline

inilah.com

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Senin, 21 Februari 2011 | 11:11 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Masyarakat masih banyak yang enggan masuk ke dunia pasar modal. Praktik ilegal yang kerap terjadi, merusak citra investasi yang satu ini.

Rudy, Direktur Pengembangan Bisnis PT OSK Nusadana Securities mengatakan, selama ini masyarakat khawatir bersentuhan dengan pasar modal. “Selain anggapan bahwa trading saham adalah aktivitas gambling (berjudi), maraknya kejahatan di sektor ini menjadi penyebabnya,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Ia mencontohkan masalah insider trading yang banyak terjadi di pasar modal. Hal ini membuat masyarakat memandang sebelah mata terhadap saham. Padahal, lanjutnya, insider trading adalah ilegal dan termasuk tindakan kriminal, “Sehingga para pelaku seharusnya dihukum berat dan jadi perbaikan di kemudian hari,” katanya.

Rudy mengakui, negara besar dengan pasar modal maju di seluruh dunia mempunyai historis kejahatan di pasar modal. Bahkan, pasar modal AS pernah melakukan semua transaksi yang ilegal, mulai penipuan melalui mekanisme pasar hingga penipuan harga.

Namun, berkaca pada kesalahan negara-negara maju itu, pertumbuhan pasar modal Indonesia justru lebih cepat dan tidak melakukan pelanggaran separah negara-negara maju. “Untuk tumbuh pesat, kita tidak perlu 5-10 tahun, karena semua peraturan di dunia tinggal dilihat,” tandasnya.

Rudy menambahkan, kurangnya edukasi ke masyarakat luas, memicu mispersepsi tentang pasar modal. Oleh karena itu, pihaknya mulai tahun ini menyediakan online trading bagi mahasiswa. “Tapi, ini bukan virtual game, melainkan sebagai edukasi bahwa trading saham bukan gambling. Ini adalah investasi,” tandasnya.

Rudy mencontohkan, emiten PT Telkom (TLKM) yang merupakan perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, secara fundamental emiten telekomunikasi ini sangat bagus dan berkembang.

Karena itu, jika publik membeli sahamnya berarti turut memiliki perusahaan tersebut. “Kita diam saja, petugas Telkom yang bekerja tiap hari, mereka bekerja untuk kita. Itu contoh sederhananya mengapa membeli saham bukan gambling melainkan investasi,” tegas Rudy.

Begitu juga jika membeli saham PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), PT Astra Internasional (ASII) dan lain-lain yang perusahannya terus berkembang.

Menurutnya, mendidik mahasiswa sekarang, hasilnya baru akan dirasakan 5-10 tahun mendatang. “Kita memerlukan generasi, dari tingkat mahasiswa hingga mereka lulus dan bekerja. Mereka ini harus terbiasa dengan capital market,” ujarnya. [ast]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s