Rupiah Tertekan Jika Stimulus III AS Terhenti

Kamis, 26 Mei 2011 | 15:17

Rupiah Tertekan Jika Stimulus III AS Terhenti  Foto:  Investor Daily/DAVID GITA ROZA
Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

JAKARTA- Pengamat ekonomi, Irfan Kurniawan memperkirakan, apabila paket stimulus Amerika Serikat (AS) pada tahap ketiga dihentikan akan menekan rupiah.

Lantaran jika paket stimulus itu terhenti maka likuiditas di pasar global tidak bertambah. Sedangkan paket stimulus tahap kedua akan berakhir pada akhir Juni mendatang.

“Apabila hal itu terjadi maka Bank sentral AS (The Fed) kemungkinan akan menjual obligasi yang dimilikinya untuk menarik dana asing di pasar yang berdampak negatif terhadap rupiah,” kata Irfan yang juga analis PT First Asia Capital di Jakarta, Kamis (26/5).

Irfan mengatakan, dihentikannya paket stimulus tahap III menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat mulai membaik.

Namun sejumlah data ekonomi AS sampai saat ini cenderung berada di luar perkiraan sebelumnya atau mengalami kemerosotan.

Penjualan perumahan pada April hanya mencapai tujuh persen turun dibanding bulan lalu sekitar delapan persen, selain banyak perusahaan AS yang juga mengalami kerugian.

Kondisi itu, lanjut dia mengakibatkan para pelaku pasar global atau fund manager menghindari pembelian aset-aset beresiko tinggi dan pasar saham.

“Akibatnya kondisi ini akan berdampak negatif terhadap bursa efek Indonesia yang mengalami tekanan global akibat para pelaku pasar akan melepas sahamnya dan membeli dolar,” ucapnya.

Menurut dia, pasar uang dan saham akan mengalami tekanan pasar, bahkan rupiah akan terpuruk hingga mendekati Rp9.000 per dolar, namun kapan waktu dan terjadinya masih belum pasti.

Karena itu penjualan obligasi oleh The Fed itu baru merupakan wacana bisa saja tidak terjadi.

Fundamental ekonomi Indonesia yang makin bagus, lanjut dia merupakan faktor pendukung yang mendorong rupiah tetap dibawah level Rp9.000 per dolar, apalagi investor asing masih ingin bermain di pasar domestik, karena tingkat suku bunga rupiah yang tinggi.

“Amerika Serikat diperkirakan masih akan mematok suku bunga dolar dibawah 0% yang membuat pelaku asing segan melakukan investasi di Amerika Serikat,” tuturnya.(ant/hrb)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s