fren

Jadi Preskom FREN, Sofjan Wanandi Mulai Berbenah

Oleh: Charles MS
Pasar Modal – Minggu, 29 Mei 2011 | 04:47 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Ditunjuk sebagai Presiden Komisaris baru PT Smartfren Telecom Tbk (d/h PT Mobile-8 Telecom Tbk/FREN), Sofjan Wanandi akan menyusun rencana baru untuk membenahi perseroan.

“Saya belum tahu banyak sekarang karena baru diminta bantu sebagai Preskom. Nanti, menggu depan saya mulai menyusun rencana pembenahan perseroan,” ujarnya kepada INILAH.COM, kemarin.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ini mulai 27 Mei 2011 telah ditunjuk pemegang saham untuk membantu perseroan.

RUPSLB juga menetapkan Gandi Sulistyanto Soeherman dan Henry Cratein Suryanaga menjadi Wakil Presiden Komisaris. Sedang Wakil Presiden Komisaris/Independen dipegang oleh Sarwono Kusumaatmadja dan Reynold M. Batubara. Sementara Handra Karnadi diangkat sebagai Komisaris.

Untuk jajaran Direksi ditetapkan Presiden Direktur Rodolfo Pantoja, dan Direktur terdiri dari Merza Fachys, Antony Susilo, Marco Paul Iwan Sumampouw, Yopie Widjaya, dan Lim Juliana Dotulong.

Perseroan juga akan melakukan restrukturisasi utang obligasi senilai US$100 juta.

Dalam keterangannya disebutkan beberapa syarat dalam melakukan retrukturisasi utang tersebut di antaranya perseroan harus menerbitkan obligasi baru (pengganti). Di mana, penerbit obligasi akan beralih dari sebelumnya Mobile-8 Telecom Finance Company BV ke PT Smartfren Telecom Tbk. Selain itu, obligasi baru tanpa jaminan dari sebelumnya yang menjadi jaminan adalah saham anak perusahaan.

Jatuh tempo obligasi juga menjadi lebih lama dari sebelumnya hanya 5 tahun menjadi 15 tahun sejak diterbitkan. Suku bunga obligasi juga diturunkan menjadi hanya 1-2% pertahun dari sebelumnya 11,25%. Dalam hal pelunasan utang, juga ada perubahan dari sekaligus pada 1 Maret 2013 menjadi mencicilnya sebanyak 10 kali setiap tahun sebesar US$10 juta pertahun dari 2016-2025. Opsi pelunasan juga berubah dari tanpa opsi menjadi konversi utang menjadi saham pada setiap saat cicilan pelunasan sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku.

FREN mengalami kerugian bersih sebesar Rp1,4 triliun pada 2010 atau naik dibanding kerugian 2009 sebesar Rp724,39 miliar. Kerugian sebesar itu terjadi karena Perseroan mengalami rugi usaha sebesar Rp867,39 miliar pada 2010. Perseroan juga tercatat mengalami kerugian investasi sebesar Rp19,35 miliar pada 2010. Pendapatan usaha turun dari Rp504,49 miliar pada 2009 menjadi Rp376,51 miliar di 2010.

Perseroan juga mencatatkan kenaikan kewajiban dari Rp3,96 triliun pada 2009 menjadi Rp4,6 triliun di 2010. Sementara ekuitas Perseroan mengalami defisiensi modal sebesar Rp119,48 miliar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s