hati

Bekerja Dengan Hati

Hakikat Pekerjaan

Jika sudah menemukan pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan kata hati, kita harus sepenuhnya berdedikasi dan mencintai pekerjaan tersebut. Pekerjaan seperti itu dapat menyediakan kesempatan untuk perkembangan spiritual dan diri pribadi, menjadi arena belajar berinteraksi dengan orang lain, memupuk rasa percaya diri dan harga diri, serta memperbaiki kondisi keuangan dan kesejahteraan. Apabila semua itu tidak tercapai, berarti kita sudah membuang banyak waktu dalam hidup ini.

Pemimpin-pemimpin yang berhasil membawa perusahaannya ke puncak kesuksesan biasanya adalah orang-orang yang memiliki integritas, bersifat terbuka, bersedia menerima kritik, rendah hati, mampu memahami orang lain dengan baik, diinspirasi oleh visi, mengenal diri sendiri dengan baik, memiliki paham spiritualitas yang non dogmatis, dan selalu mengupayakan yang terbaik bagi diri mereka sendiri maupun bagi orang lain. Para pemimpin yang sukses lebih mengamalkan nilai-nilai spiritual dibandingkan orang lain.

Mereka yang cerdas secara spiritual adalah mereka yang berhasil memberi makna dalam kehidupannya dengan bekerja. Selain contoh dari para pemimpin perusahaan besar di berbagai belahan dunia, contoh mengenai perjuangan Bunda Teresa, Mahatma Gandhi, Nelson Mandela dan banyak lagi yang lainnya, adalah bukti nyata bahwa bekerja bukan hanya sekedar rutinitas dan hal-hal yang bersifat teknis semata. Bekerja adalah upaya untuk memberi makna pada kehidupan dan jalan menuju ke arah takdir atau misi hidup yang harus kita jalani.

Paradigma dan Tujuan bekerja

Bagi sebagian besar orang, bekerja adalah beban. Kita tentu sering mendengar ungkapan “I don’t like Monday”, yang menunjukkan betapa banyak orang merasa segan untuk memulai rutinitas pekerjaan hari demi hari. Pekerjaan bukanlah sesuatu yang ditunggu-tunggu dan diharapkan. Bekerja tak ubahnya menjadi beban yang harus dipikul paling tidak lima hari dalam seminggu. Dengan paradigma seperti ini, akan menjadi sulit untuk mencapai hal-hal terbaik dalam kehidupan kita. Bekerja menjadi sekedar kegiatan mengumpulkan uang untuk kemudian dinikmati. Entah itu makan di restauran yang enak, happy hours di café, bar, diskotik, karaoke, jalan-jalan ke luar negeri, shopping di mall, pokoknya segala sesuatu yang sifatnya seperti hadiah hiburan atas kerja keras kita.

Banyak orang berpikir bahwa bekerja hanyalah sekedar mencari nafkah untuk bertahan hidup. Padahal sesungguhnya makna bekerja jauh lebih dalam dari sekedar itu semua. Bekerja merupakan sebagian perwujudan misi atas keberadaan jiwa dalam tubuh kasar manusia. Sebagai makhluk spiritual manusia memiliki tugas atau maksud dan tujuan keberadaannya di dunia. Jadi bekerja adalah kegiatan utama di dunia sebagai bagian penting dari perjalanan hidup untuk mencapai misi hidup dan takdir kita.

Oleh karena itu, penting sekali  untuk menemukan pekerjaan yang sesuai dengan misi hidup kita. Pekerjaan yang dapat memberi perasaan istimewa,  memberi arti bagi kehidupan, pekerjaan yang dicintai dan ditekuni sepenuh hati. Ada banyak jenis pekerjaan yang mungkin pernah dimiliki atau dilakukan, tetapi pasti hanya ada satu pola atau jalur yang akhirnya membawa manusia kepada pencapaian misi hidupnya.

Konon, kalau kita jujur terhadap pekerjaan yang ditugaskan kepada kita, maka takdir juga akan jujur kepada kita. Jika sedang menganggur cobalah untuk mencari pekerjaan meskipun itu paruh waktu (part-time). Apabila belum juga menemukan pekerjaan yang cocok, mungkin sudah saatnya mencoba usaha wiraswasta kecil-kecilan. Orang yang bekerja akan lebih percaya dan yakin pada diri sendiri, dibandingkan orang yang terbiasa menyerahkan masalah dan meminta belas kasihan kepada orang lain.

Pekerjaan yang baik akan memberi kita sebuah kehidupan yang baik pula. Lebih jauh lagi, bekerja membuat kita menjadi lebih cerdas secara spiritual. Paling tidak kita jadi memiliki perasaan sedang menuju ke suatu tujuan (sense of purpose). Memiliki arti baik bagi diri sendiri, bagi orang-orang yang dicintai bahkan bagi bangsa dan umat manusia pada umumnya.

Tanda atau indikator apakah suatu pekerjaan adalah pekerjaan yang dapat menuntun kepada takdir atau tujuan hidup kita, kuncinya adalah hati. Kita harus senantiasa bertanya: Apakah pekerjaan saat ini memiliki hati? Apakah kita bekerja dengan hati? Apakah kita mencintai pekerjaan ini? Apakah pekerjaan ini akan membawa kepada impian-impian dan tujuan hidup kita? Apakah pekerjaan ini mendukung misi hidup kita untuk menolong sesama? Jika jawabannya tidak, maka kita harus segera memilih jalan yang lain.

Dalam pandangan agama samawi, bekerja dapat diasumsikan sebagai ibadat dan menjadi sebuah keharusan bagi manusia sesuai misi keberadaannya di dunia ini. Sebagai makhluk spiritual dalam wadag kasarnya, manusia harus dapat menemukan jalan kehidupan yang tidak bertentangan dengan rambu agama.

Jalan yang dimaksud di sini adalah menemukan kedalaman makna hidup, bertindak berdasarkan motivasi ibadat dan menjalankan tindakan tersebut demi keluarga dan orang-orang yang dicintai, demi masyarakat, bangsa dan negara. Pengembaraan manusia dalam kehidupan di dunia, secara esensial mesti dilandasi sikap teguh dalam pengabdian kepada Tuhannya.

Seseorang mungkin cukup beruntung telah dapat menemukan sebuah jalan hidup yang murni dengan hati ketika usianya masih muda. Namun tidak sedikit pula yang belum menemukan makna atau jalan hidupnya ketika usianya sudah menjelang senja. Tetapi sejarah membuktikan bahwa banyak sekali mereka yang mencapai makna hidupnya pada usia senja, sebagai contoh: Kolonel Sanders (Kentucky Fried Chicken), Ray Kroc (McDonalds), Daniel Defoe (penulis buku Robinson Crusoe), dan masih banyak lagi.

Tujuan utama bekerja adalah menemukan makna dan merasakan getaran yang membimbing kita dalam mencapai takdir atau tujuan hidup kita. Dalam beberapa episode kehidupannya, jalan spiritual utama seseorang sering berubah. Itu mungkin terjadi secara lambat laun, atau secara tiba-tiba. Bekerja adalah sarana untuk mengamalkan misi hidup dan merupakan salah satu tugas suci dalam konteks ibadat selama berada di dunia fana ini.

Cinta dan Kesuksesan

Ada sebuah kutipan menarik  yang berbunyi ”Ada banyak hal yang menarik mata kita, tetapi sedikit sekali yang menarik hati kita”. Maka Kejarlah apa yang menarik hati itu. Cinta terhadap sesuatu, termasuk pekerjaan atau hobi dapat mewujudkan sebuah prestasi yang gemilang dalam bidang pekerjaan atau hobi tersebut. Lakukan segala sesuatu dengan penuh rasa cinta, maka akan diperoleh hal-hal terbaik dalam bidang tersebut. Bekerja dengan penuh rasa cinta akan jauh berbeda dengan mereka yang bekerja karena uang semata.  Hampir semua orang sukses adalah mereka yang mencintai apa yang mereka kerjakan.

Sebagai teladan  lihat saja Warren Buffet, salah seorang investor terkaya di dunia, ketika ditanya rahasia kesuksesannya, dia menjawab bahwa apa yang dilakukannya tidak ada yang istimewa. ”Saya tidak berbeda dari Anda sekalian,” katanya. ”Jika ada, perbedaannya hanya bahwa saya bangun setiap pagi dan memiliki kesempatan untuk melakukan apa yang saya cintai setiap harinya.” Dengan melakukan apa yang dicintai untuk orang-orang yang dicintai, maka akan diperoleh hal-hal terbaik yang dapat ditawarkan kehidupan ini kepada kita. Intinya, cintai pekerjaan kita atau carilah pekerjaan yang kita cintai. Banyak orang sukses karena menekuni dan melakukan hal-hal yang mereka cintai dengan kesungguhan hati.

Catatan :

Tulisan ini terinspirasi oleh artikel yang saya koleksi beberapa tahun lalu, namun mohon maaf saya sudah lupa siapa penulisnya. Dan setelah melalui proses editing dan tambahan persepsi versi saya beginilah jadinya.

barkatlangit.wordpress.com🙂Sharing whatever can be shared

2 thoughts on “Bekerja Dengan Hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s