Tips Bagi Pemula

Tips Singkat Berinvestasi Saham Untuk Investor Pemula

Ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian para investor pemula, pada saat akan memulai investasi di bidang saham, antara lain :

  1. Menambah referensi atau wawasan tentang saham

  2. Langkah pendahuluan yang harus ditempuh oleh calon investor atau para investor pemula di bidang saham sebelum melakukan transaksi saham, adalah giat berusaha dan belajar mengenai segala sesuatu tentang dunia investasi saham. Bisa dengan membaca buku tentang saham, browsing di internet, membaca biografi para investor sukses dunia, bertanya kepada teman yang sudah lebih dulu berinvestasi saham, dan sebagainya. Pengetahuan teoritis tentang dunia saham ini akan berguna nantinya sebagai dasar panduan awal dalam bertransaksi saham. Pengetahuan ini akan seperti seberkas sinar dalam kegelapan, yang memandu kita menuju jalan terang. Ingatlah pepatah ini “Investing without knowledge is gambling”. Investasi tanpa didasari pengetahuan yang memadai sama saja dengan berjudi. Lebih besar unsur spekulasinya dibanding dasar-dasar analisa yang sesuai dengan kaidah-kaidah, nilai-nilai, dan sistem prosedur yang baku.

  3. Mengikuti training, seminar dan simulasi

  4. Langkah kedua setelah membekali diri dengan pengetahuan secara konseptual atau teoritis tentang investasi saham ini, adalah berusaha mencari komparasi atau perbandingan dengan pengetahuan terapan atau aplikasi nyata melalui simulasi investasi saham. Bisa dengan cara mengikuti seminar dan training yang rutin diadakan secara gratis, baik oleh para broker maupun institusi berwenang seperti BAPEPAM dan KSEI. Selain itu, kita juga bisa mencoba program simulasi gratis, transaksi saham di pasar modal, melalui fasilitas internet yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia. Inti dari langkah kedua ini adalah melatih kecakapan kita menerapkan pengetahuan teoritis, dalam praktek virtual trading investasi saham yang mendekati kenyataannya.

  5. Mengenali dan memahami karakter diri sendiri

  6. Seperti sudah dibahas dalam artikel-artikel sebelumnya, penting sekali untuk mengetahui dengan jelas tipikal kepribadian kita, karena pola perilaku kita akan menentukan gaya perilaku investasi kita.  Termasuk tipe karakteristik manakah diri kita ? Investor agresif/aktif atau defensif/pasif ? Tipe investor atau spekulator ? Bergaya konservatif atau moderat ? Lebih senang investasi jangka pendek (short term) atau jangka panjang (long term) ? Masing-masing karakter di atas mempunyai konsekwensi atau tingkat resiko yang berbeda-beda. Mengetahui dengan pasti karakteristik mana yang paling cocok dengan diri kita, akan memberi peluang atau kemungkinan berhasil yang lebih besar bagi investasi kita. Dan juga meminimalisir tingkat resiko stress yang mungkin timbul.

  7. Memilih saham perusahaan yang berkualitas

  8. Di pasar modal, saham-saham perusahaan yang dianggap bagus likuiditasnya biasa di kategorikan dalam kelompok-kelompok tertentu, seperti LQ 45, kompas 100 dan sebagainya. Para investor pemula disarankan memulai investasi di saham-saham yang masuk kategori tersebut, untuk meminimalisir tingkat kerugian yang mungkin diderita. Sekaligus sambil belajar melakukan berbagai analisa terhadap pergerakan harga saham tersebut, baik analisa teknikal, fundamental maupun psikologi pasar. Jika ingin sedikit mengambil resiko investasi saham-saham di kelas menengah, sebaiknya dipilih saham perusahaan yang grafik pertumbuhannya meningkat, kinerja manajemen yang oke, dan memiliki prospek masa depan yang cerah.

  9. Membuat laporan transaksi

  10. Setiap kali terjadi transaksi, sebaiknya langsung di masukkan ke laporan yang dibuat oleh kita sendiri. Pencatatan laporan transaksi ini akan membantu para investor pemula membaca track record transaksi. Jika ada kesalahan analisis bisa dijadikan pelajaran, supaya tidak terulang kembali lain kali. Buatlah laporan dengan format dan bahasa yang bisa dipahami oleh kita  masing-masing.

  11. Memperhatikan rekomendasi dari para pakar saham

  12. Di tahap awal, ada baiknya kita menyimak apa yang direkomendasikan oleh para analis saham, sambil dipelajari apakah rekomendasi itu akurat atau tidak. Bagaimanapun, para analis itu jauh lebih dulu dan berpengalaman dibanding investor pemula. Lain halnya, jika nanti para investor pemula ini sudah lebih paham dan berpengalaman, mungkin bisa bertransaksi dengan berdasarkan analisis sendiri.

Keenam langkah persiapan tadi, hanyalah sebagian kecil dari banyak hal yang harus menjadi pertimbangan bagi para investor pemula, semoga bisa memberi sedikit sumbangan pencerahan bagi yang memerlukan.

Barkatlangit.wordpress.com

Berbagi semua yang bisa dibagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s